Mengapa Tidak Ada Perebutan Juara 3 EURO 2020

Tidak Ada Perebutan Juara 3 EURO 2020 – Spanyol dan Denmark kalah di semifinal Euro 2020 atau Euro 2021, sedangkan Spanyol kalah dari Italia 4-2 dalam adu penalti. Pada saat yang sama, Denmark kehilangan bola di perpanjangan waktu dan kalah dari Inggris 1-2.

Oleh karena itu, Italia akan menghadapi Inggris di final Piala Eropa 2021, sedangkan Spanyol dan Denmark akan langsung tersingkir dari kompetisi empat tahun antar negara Eropa. Jadi mengapa Anda tidak bersaing untuk tempat ketiga di Piala Eropa seperti Piala Amerika atau Piala Dunia?

Mengapa Tidak Ada Perebutan Juara 3 EURO 2020

Dalam European Classic yang diadakan sejak tahun 1960, Piala Eropa atau European Cup sudah menempati peringkat ketiga. Dari yang pertama (1960) hingga yang keenam (1980), kontes untuk “gelar hiburan” selalu berlaku. Cekoslowakia, Inggris, Hungaria, Belgia dan Belanda memenangkan tempat ketiga di Kejuaraan Eropa.

Namun, sejak 1984 atau Piala Eropa ketujuh, perebutan tempat ketiga dibatalkan. Hal itu dilakukan setelah UEFA, UEFA masih menjadi sorotan, karena perebutan tempat ketiga tidak banyak membangkitkan minat penonton.

BACA JUGA :   Profil dan Sejarah Timnas Kroasia

Tidak Ada Perebutan Juara 3 EURO 2020

Pada akhirnya, UEFA membatalkan gelar juara ketiga, dan kemudian merumuskan kebijakan untuk menambah jumlah tim peserta dari 4 tim menjadi 8 tim. Dimulai pada tahun 1984, Kejuaraan Eropa diadakan di babak penyisihan grup sebelumnya, dengan 8 tim dibagi menjadi dua grup yang berbeda.

Saat itu, juara dari masing-masing grup akan saling berhadapan di babak final. Namun, sistem ini hanya bertahan 3 versi, terakhir kali digunakan pada Piala Eropa 1992. Tiga negara menggunakan sistem Grup 2 untuk memenangkan Piala Eropa, yaitu: Prancis (1984), Belanda (1988), dan Denmark (1992).

Sejak Piala Eropa 1996, UEFA sekali lagi menambah jumlah tim peserta di babak final menjadi 16 tim. Peserta dibagi menjadi 4 grup, setelah itu Piala Eropa mengadopsi sistem gugur atau knockout stage. Pemenang dan runner-up masing-masing grup akan mendapatkan tiket ke perempat final. Sebelum versi 2012, Cluster 4 terus digunakan untuk acara EURO.

Pada saat yang sama, mulai tahun 2016, UEFA kembali menambah kuota putaran final Piala Eropa menjadi 24 tim. Format baru final Kejuaraan Eropa mengadopsi tahap penyisihan dan dibagi menjadi 6 grup. Ada 4 kontestan di setiap grup. Namun, tiket untuk melaju ke babak sistem gugur tidak hanya milik peringkat pertama dan kedua grup, tetapi juga 4 peringkat ketiga terbaik.

BACA JUGA :   Profil dan Sejarah Timnas Rusia

Sistem tersebut juga dipertahankan selama perhelatan EURO 2021 (2020). Meski sistem Liga Champions UEFA telah berkali-kali berubah, selain penambahan nama babak final, UEFA tetap mempertahankan keputusan untuk membatalkan kualifikasi tempat ketiga.

Check Also

Itali Juara euro 2020

Azzurri Juara Euro 2020! Hasil Italia Vs Inggris (Menang Adu Penalti)

Italia menjuarai Piala Eropa 2020 atau European Cup 2020 setelah mengalahkan Inggris 3-2 dalam tendangan …

Leave a Reply

Your email address will not be published.